Jum'at pagi, 23 Januari 2009 Kampus SMP Negeri 1 Binangun Kabupaten Cilacap Jawa Tengah kedatangan 2 orang tamu bule dari Germany Red Cross, yaitu : Gregor Merkle dan Jan Sören Hilebrand (KV Lahr). Mereka berada di Indonesia sejak 24 Oktober 2008.
Read More..Jumat, 23 Januari 2009
Kedatangan Palang Merah Jerman
Label: Berita, Gregor, PMR Spensa Binangun, Sören
Diposting oleh KELAS 8 F SMPN 1 BINANGUN di 10.44 0 komentar
Minggu, 14 September 2008
Semarak Ramadhan di SMP Negeri 1 Binangun
Semarak Ramadhan di SMP N 1 Binangun Cilacap
Dalam rangka menyemarakkan Kegiatan Keagamaan di Bulan Suci Ramadhan 1429 H / 2008 Masehi, SMP Negeri 1 Binangun Cilacap mengadakan beberapa macam kegiatan, yaitu : Pesantren Kilat dan Pengumpulan Zakat Fitrah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa/siswi sebanyak sekitar 845 orang dan dilaksanakan selama satu minggu dari Senin - Sabtu, 15 - 20 September 2008 di Kampus SMP Negeri 1 Binangun, Jl. Widarapayung Binangun Cilacap.
Menurut Drs. Kuswanto, selaku Kepala SMP Negeri 1 Binangun, kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif, karena mau tidak mau seolah-olah anak mengikuti kegiatan ini ada unsur paksaannya dalam upaya untuk menambah ilmu, khususnya ilmu tentang keagamaan.
"Anak-anak di rumah belum tentu mengaji, sehingga kegiatan tersebut sangatlah tepat. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Suci Ramadhan, yang menurut Al-Qur'an dan Hadits akan dapat nilai plus," tandasnya.
"Ada dua keuntungan yang dapat anak-anak peroleh dari kegiatan ini, yaitu : dapat ilmu (keagaamaan) dan akan dapat pahala," tambahnya.
Menurut Kuswanto, kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun sekali, namun untuk pesantren kilat model klasikal seperti sekarang ini baru dilaksanakan tahun ini. Dan ternyata menurut beliau, sekarang lebih efektif dibandingkan dengan model ceramah umum, karena yang mendengar hanya anak-anak yang di depan saja, sementara yang belakang ngomong sendiri.
Adapun target dari kegiatan pesantren ini adalah supaya anak dalam pengamalan agamanya bisa lebih mantap bila dibandingkan sebelumnya.
***
Sementara itu, Muhammad Ridwan, SPd.I. selaku Koordinator kegiatan dan sekaligus Guru Agama Islam di SMP N 1 Binangun menambahkan, bahwa ada dua tujuan yang ingin dicapai, yaitu : meningkatkan pemahaman, pengalaman keagamaan baik guru maupun siswa, dan membangun syiar Islam sehingga Kegiatan Ramadhan akan lebih bermakna.
Hal tersebut, mendapat tanggapan positif dari siswa/siswi yang salah seorang diantara pesertanya, yaitu Reni Windi Lestari (14 th), siswi kelas 9 C.
"Menurut saya, kegiatan ini sangat bagus, apalagi ada materi tentang shalat berjamaahnya," jelas Reni.
"Terus terang, saya kalau di rumah belum sempat mengaji, sehingga ketika ada pesantren kilat, maka saya senang sekali dengan kegiatan ini. Dan saya berharap kegiatan semacam ini juga bisa dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang," tambahnya menutup pembicaraan.
Label: Berita
Diposting oleh KELAS 8 F SMPN 1 BINANGUN di 21.31 0 komentar
Jumat, 12 September 2008
Kenaikan Gaji Guru Mulai Timbulkan Kecemburuan
sumber :
mailis DikBud@yahoogroups.com
13 September 2008 05:25 WIB
RUMGAPRES JAKARTA--MI: Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) menengarai mulai munculnya kecemburuan
di antara pegawai pemerintah akibat rencana kenaikan gaji guru hingga
minimal Rp2 juta per bulan untuk golongan II/B dengan masa kerja 0
tahun pada 2009.
"Saya diberitahu Wapres bahwa sudah ada protes dari para dokter PTT
(pegawai tidak tetap-red). Mereka yang bekerja di pelosok Indonesia
gajinya berkisar Rp1-2 juta sementara gaji guru di pelosok mencapai Rp5
juta per bulan," kata Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di
Jakarta, Jumat (12/9).
Selain itu, tambahnya, masalah lainnya yang muncul akibat rencana
tersebut adalah kewajiban jam mengajar yang harus dipenuhi oleh guru
sebagai kompensasi kenaikan gaji tersebut. "Mereka kan harus mengajar
minimal 24 jam seminggu. Kalau di pulau Jawa atau Sumatra, hal itu
tidak masalah karena jumlah sekolah yang banyak sehingga mereka bisa
memenuhi kewajiban tersebut dengan mengajar di lebih dari satu tempat.
Tapi bagaimana dengan guru di daerah pelosok dimana mungkin jumlah
sekolah sangat terbatas," jelasnya.
Bappenas sendiri, tambahnya, tengah memikirkan kemungkinan
penerapan kewajiban yang berbeda untuk guru di daerah pelosok dengan
mempertimbangkan masalah tersebut. Kenaikan gaji guru ini terkait
penambahan anggaran pendidikan Rp 46,1 triliun Dari tambahan itu, Rp
24 triliun digelontorkan ke Departemen Pendidikan Nasional dan Rp 12
triliun untuk Departemen Agama.
Sebelumnya Sesmeneg PPN/Sestama Bappenas Syahrial Loetan telah
mengatakan, tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp46,1 triliun dalam
rangka memenuhi 20 persen anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi
akan dibagi kepada 12 kementerian lembaga (KL), termasuk Depdiknas dan
Depag. Dari angka itu, Rp24 triliun akan digelontorkan ke Departemen
Pendidikan Nasional dan Rp12 triliun untuk Departemen Agama, serta
sisanya dialokasikan pada 10 KL yang ikut mendukung fungsi pendidikan
non kedinasan. Beberapa KL tersebut antara lain, Departemen
Perhubungan, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen
Pertanian, serta Departemen Kelautan dan Perikanan. (Ant/OL-06)
Label: Berita
Diposting oleh KELAS 8 F SMPN 1 BINANGUN di 23.16 0 komentar
